TIP SEHAT MINUM KOPI

Bagiku, teman terbaik ngeblog di pagi hari adalah kopi. Pada penderita hipertensi (tekanan darah tinggi -red) sering aku menanyakan tentang kebiasaan mereka minum kopi. Bukan hal yang mengejutkan kalau pada kenyataannya mereka rata-rata minum 5 cangkir kopi sehari! Lalu aku pun menyarankan mereka untuk meninggalkan kebiasaan minum kopi, padahal kopi dari Indonesia memiliki cita rasa yang tinggi dan digemari di seluruh dunia. Rugi? Nah, sebelum bergabung dengan kelompok orang yang tidak boleh minum kopi dan hanya bisa menelan ludah melihat orang lain mengecup si hitam manis ini, ada baiknya kita ketahui “7 Tips Sehat Minum Kopi” berikut: Blog and Coffee 1. Dosis Memang belum ada ukuran yang pasti untuk dosis kopi yang boleh dikonsumsi orang. Namun kebanyakan penelitian mengungkapkan bahwa minum 300 mg caffeine (sekitar 1 sampai 3 cangkir kopi sehari) tidak memberikan efek negative pada kebanyakan orang sehat. 2. Sinyal Bahaya Ketika mereguk kopi memang terasa nikmat, namun sering kali diikuti dengan sejuta rasa bersalah. Kenali sinyal bahaya kopi sehingga kita tahu kapan harus berhenti minum kopi. Sinyal bahaya itu antara lain: gelisah, jantung berdebar, gangguan tidur dan gangguan mood (mis: cepat marah). Seorang peminum kopi yang menghentikan kebiasaan minum kopinya dapat mengalami “caffeine withdrawal” yang ditandai oleh sakit kepala berdenyut, namun gejala ini akan hilang setelah 24-48 jam atau mendapat caffeine dosis baru. 3. Dengarkan Respon Tubuh Setiap orang memiliki batasan sendiri mengenai konsumsi caffeine. Kebanyakan orang dapat mengkonsumsi 2 cangkir kopi sehari tanpa masalah. Namun ada pula yang mengalami efek buruknya dengan jumlah konsumsi kopi yang sama. Ada yang bercerita setelah minum secangkir kopi menjadi tak dapat tidur sepanjang malam, sebaliknya ada yang tertidur pulas setelah minum kopi. So, cara terbaik adalah dengarkan respon tubuh sendiri! 4. Kenali Kandungan Caffeine Setelah mengetahui dosis dan respon tubuh, ada baiknya kita mengetahui kandungan caffeine dalam produk-produk yang sering kita konsumsi. Agar jangan sampai dosis kopi yang dianjurkan sudah tercapai, namun kita masih mengkonsumsi produk-produk lain yang mengandung caffeine sehingga merasakan efek buruk kopi. Beberapa produk lain yang perlu diperhatikan kandungan caffeine seperti misalnya : softdrink, permen kopi, teh, coklat, obat sakit kepala. Cara pengolahan (roasting dan brewing) juga berpengaruh terhadap kandungan caffeine dalam kopi. Sebagai contoh, sebuah penelitian menunjukkan, secangkir kopi di Starbucks mengandung rata-rata 259 mg caffeine dibandingkan dengan kopi dengan jenis dan ukuran cangkir yang sama di Dunkin Donuts yang hanya mengandung 149 mg caffeine. Dari penelitian lain, kopi decaf (kopi tanpa caffeine) baik untuk mereka yang mengalami obesitas karena dapat meningkatkan HDL (kolesterol “baik”) sekitar 50%. Sedangkan pada mereka yang tidak mengalami obesitas justru dapat menurunkan kolesterol HDL ini yang dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. 5. Coffee Mix Lima milligram kalsium hilang untuk setiap 6 ons kopi yang dikonsumsi. Namun kehilangan kalsium ini dapat diatasi dengan menambahkan 2 sendok susu atau membuat espresso latte. Sedangkan campuran kopi dengan alkohol kurang baik terutama pada orang dengan gangguan hati dan campuran kopi dengan cream juga sebaiknya dihindari untuk mengurangi kalori yang berlebih. Caffeine juga berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Bagi yang sedang mengkonsumsi obat, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Banyak yang beranggapan teman terbaik kopi adalah rokok. Eits, jangan salah. Seorang peminum kopi sejati tidak merokok! Rokok dapat mengurangi nikmatnya ngopi lho… 6. Kelompok Anti-Kopi Kelompok berikut disarankan untuk menghindari kopi: wanita hamil, anak-anak, orang tua, orang dengan penyakit jantung dan pembuluh darah (mis: hipertensi). Nah, kalau sudah termasuk kelompok ini, lupakan kopi! 7. Check Up Lakukan pemeriksaan berkala terhadap kesehatan, dalam hal ini adalah ukuran tekanan darah. Semakin dini hipertensi diketahui, akan semakin baik untuk penatalaksanaan selanjutnya. JNC VII mengklasifikasikan hipertensi sebagai berikut : Klasifikasi Sistolik (mmHg) Diastolik (mmHg) Normal < 120 Dan <80 Pre Hipertensi 120-139 Atau 80-89 Hipertensi stage 1 140-159 Atau 90-99 Hipertensi stage 2 > 160 Atau > 100 Demikianlah “7 Tips Sehat Minum Kopi“. Bila keluhan berlanjut, hubungi dokter!😉

Pokok-Pokok Kegiatan Gema Ramadhan 1431 H/2010 M

I. PENDAHULUAN

A. Dasar Pemikiran

Bahwa titik berat pemikiran dan pembinaan Gerakan Pramuka Penegak dan Pandega diarahkan kepada kepemimpinan dan keterampilan. Oleh karena itu Pramuka penegak dan Pandega harus banyak diberikan kesempatan pengelolaan kegiatan dengan didasari prinsip dari, oleh dan untuk Pramuka Penegak dan Pandega.

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia dan sudah selayaknya kita sebagfai ummat Islam untuk mengisi bulan ini dengan berbagai aktivitas bermanfaat. Oleh karena itu Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis c.q DKC T&D Kabupaten Ciamis menyelenggarakan kegiatan Gema Ramadhan dalam rangka mengisi bulan suci Ramadhan dengan kegiatan yang dapat merangsang dan menumbuh kembangkan kreatifitas dan talenta Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Ciamis yang bersifat kompetitif dan berbasiskan dimensi moralitas religius.

Kegiatan Gema Ramadhan 1431 H merupakan kegiatan perdana yang diselenggarakan DKC T&D Kabupaten Ciamis dan mudah-mudahan dengan kegiatan ini bias memberikan warna dan corak yang khas bagi kehidupan religius dikalangan Pramuka Penegak dan Pandega demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang bermartbal, bermental tanggul, berjiwa besar dan bertanggungjawab.

B. Dasar Penyelenggaran

    1. Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
    2. Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
    3. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 080 Tahun 1988 Tentang Pola dan Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pembina.
    4. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 214 Tahun 2007 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.
    5. Program Kerja Dewan Kerja Cabang Kabupaten Ciamis tahun 2010.
    1. C. Tujuan
      1. Memberikan kegiatan kepada Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Ciamis dalam bidang religius, sehingga diharapkan menjadi generasi bermoral dan memiliki mental religius.
      2. Menggali dan mengembangkan potensi yang dimiliki Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Ciamis yang berbasiskan kegiatan keislaman.
      3. Agar kemampuan dan keterampilan Anggota Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Kabupaten Ciamis lebih meningkat terutama dalam pengamalan keagamaan.
      4. Menumbuhkan tali silaturahami dan ukhuwah islamiyah diantara Pramuka Penagak dan Pandega Kabupaten Ciamis.
  1. II. RENCANA PELAKSANAAN
    1. 1. Nama Kegiatan

Nama kegiatan ini adalah Gema Ramadhan Pramuka Penegak 1431 H

2. Tema Kegiatan

Membina akhlakul karimah, mental tangguh dan bermoral religius melalui kegiatan Gema Ramadhan 1431 H.

3. Motto Kegiatan

Satyaku ku Darmakan, Darmaku ku Baktikan.

  1. 4. Sifat Kegiatan
    1. Kompetitif
    2. Edukatif
    3. Kreatif
    4. Rekreatif

5. Bentuk dan Jenis Kegiatan

Kegiatan ini diselenggarakan dalam bentuk perlombaan, dengan kategori lomba adalah :

  1. Pidato Dwi Bahasa (B. Arab dan B. Sunda)
  2. Tabukal (Tabuh Bedug dan Vokal)
  3. Menggambar Religi
  4. Cerdas Cermat
  5. Alaska (Aransmen Lagu dan Akuistik Pramuka)

6. Waktu dan Tempat Kegiatan

Waktu          : 21-22 Agustus 2010

Tempat        : Fm

7. Peserta

Peserta Kegiatan Gema Ramadhan adalah utusan Kwartir Ranting yang ada di wilayah Kabupaten Ciamis sebanyak 15 orang dengan satu orang Pimpinan Kontingen Ranting (Anggota DKR).

8. Penyelenggara

Penyelenggara Kegiatan ini adalah Kwartir Cabang Kabupaten Ciamis c.q Dewan Kerja Cabang Kabupaten Ciamis.

  1. 9. Tim Penilai dan Dewan Juri
    1. Pelatih Kwarcab Ciamis
    2. Andalan Kwarcab Ciamis
    3. DKC T & D Ciamis
    4. Profesional
  1. 10. Biaya Kegiatan

Pembiayaan diambil dari :

  1. Peserta
  2. Kwartir Cabang Ciamis
  3. Usaha Sangga Kerja

III. PENUTUP

Demikian pokok-pokok kegiatan ini dibuat untuk dijadikan pedoman bagi pelaksanaan Gema Ramadhan 1431 H Pramuka Penegak Kabupaten Ciamis.

Pokok-pokok Rakoord DKC-DKR-DS dan Dewan Unit Kegiatan Tahun 2010

A. PENDAHULUAN

Adalah sebuah keniscayaan bagi Pramuka Penegak dan Pramuka Pandega untuk menjadikan dirinya sebagai kader pemimpin bangsa dan bersiap untuk melanjutkan perjalanan panjang Bangsa Indonesia dengan pelbagai potensi, keterampilan dan kreatifitas yang dimilikinya.

Program dari Pramuka Penegak dan Pandegamerupakan bagian yang dapat berkontribusi positif terhadap sinkronisasi kebutuhan Penegak dan Pandega serta membantu mereka menemukan jalan terbaik menemukan kehidupan dewasa yang konstruktif.

Untuk melakukan itu, tidak selayaknya program yang ada terbatas dalam bentuk kegiatan rekreatif belaka, tetapi harus mampu memfasilitasi Penegak dan Pandega dalam menghadapi masalah-masalah utama mereka secara proaktif, baik identitas gender, hubungan cinta dan kekeluargaan, persiapan untuk kehidupan profesianal dan akses ke pasar kerja, kewarganegaraan dan keterlibatan masyarakat, moral dan nilai-nilai spiritual di samping makna kehidupan kehidupan lainnya.

Ada banyak penelitian tentang karakteristik Penegak dan Pandega. Berikut di sebutkan beberapa yang paling penting. namun di kembalikan kepada masing-masing dari kita untuk mengidentifikasi karaktristik dan kebutuhan Penegak dan Pandega. Karakteristik Psikologis pada akhir kank-kanak, pubertas, awal remaja dan remaja akhir adalah tahap pengembangan, dimana sebagian indifidu  secara psikologi tergantung dari perubahan yang terjadi pada fisik, intelektual, emosional atau pngembangan sosial. Namun, penegak dan Pandega telah mencapai perkmbangan mereka pada hal-hal khusus tertentu kaitannya dengan pengembangan minat dan bakat, baik bawaan maupun brasal dari pengaruh extern. Oleh karena itu, sulit untuk beberaa karakteristik psikologis secara umum pada usia ini. Prbedaan antara individi-individu yang lebih menonjol dari pada usia sebelumnya sangatlah signifikan.

B. DASAR HUKUM

    1. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 024 Tahun 2009 Tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka.
    2. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 203 Tahun 2009 Tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
    3. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 080 Tahun 1988 Tentang Pola Mekanisme Pembinaan Pramuka Penegak dan Pandega.

    1. Keputusan Kwarnas Gerakan Pramuka Nomor : 214 Tahun 2007 Petrunjuk Penyenggaraan Dewan Kerja Pramuka Penegak dan Pandega.
    2. Program Kerja Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Ciamis c.q. DKC T&D Ciamis Tahun Anggaran 2010.

C. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan dilaksanakan Rapat Koordinasi ini adalah :

  1. Menjalian komunikasi yang intensif dengan seluruah jajaran pengurus DKR, Dewan Saka dan Dewan Unit Kegiatan se-Kabupaten Ciamis.
  1. Media Evaluasi kegiatan yang telah terealisasi selama kurun waktu 1 semester.
  2. Penyampaian informasi dan sosialisasi agenda kerja lanjutan Pramuka Penegak dan Pandega baik Tingkat Ranting, Cabang, Daerah dan Nasional.
  3. Penjaringan aspirasi dan informasi pengembangan kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega di seluruh Kabupaten Ciamis.
  4. Koordinasi dan konsolidasi untuk menghadapi kegiatan Perkemahan Antar Saka Tingkat Daerah Tahun 2010 sebagaia tuan rumah.

D. EVALUASI PROGRAM KERJA DKC T&D CIAMIS SEMESTER  AWAL 2010

Dalam rentang waktu 6 bulan pada tahun 2010 ini tidak banyak yang telah kami lakukan, adalah sudah menjadi tugas dan kewajiban kami untuk tetap berusaha menjalankan program kerja yang telah diamanahkan dalam Sidang Paripurna Cabang Tahun 2009 dengan berbagai tantangan dan hambatan. Beberapa Program kerja pokok telah dilaksanakan namun terdapat pula program kegiatan pokok yang tidak dapat atau  terealisasikan dan mudah-mudahan pada waktu selanjutnya dapat dilaksanakan.

Berikut beberapa program yang telah dilaksanakan :

  1. Pembentukan dan Pembinaan DKR
  2. Monitoring Kegiatan DKR
  3. Pengkajian Al-Islam dan Juklak-Juknis Kepramukaan
  4. Gladi Tangguh Pramuka Penegak
  5. Pertolongan Bencana Alam
  6. Seleksi & Reshufle Pengurus DKC
  7. Sosialisasi MATACAKAP
  8. Perkemahan Antar Saka Tingkat Nasional
  9. Jambore Tunas Karya Nusantara

10. Pelantikan Mabida, Kwarda dan DKD Jawa Barat

11. Sidang Paripurna Daerah

12. Perkemahan Bakti Saka Wirakartika Daerah

Adapun beberapa Program kegiatan yang belum terealisasi ialah :

  1. Pembentukan Perpustakaan
  2. Perkemahan Wirakarya Cabang

E. PROGRAM KERJA LANJUTAN

Adapun beberapa program kerja lanjutan sebagaimana yang telah diamanatkan dalam Sidang Paripurna Cabang Tahun 2009 diantaranya adalah sbagai berikut :

  1. Kegiatan Pokok :

a)     Peringatan HUT Pramuka ke-49 Tahun 2010 Tingkat Cabang

Hari/Tanggal : 14 Agustus 2010

Tempat        : Alun-alun Ciamis

b)     Gema Ramadhan 1431 H/2010 M

Hari/Tanggal : 21-22 Agustus 2010

Tempat        : Kwarcab Ciamis

c)      Kursus Pengelola Dewan Kerja (KPDK) Cabang

Waktu          : September-Oktober 2010

Tempat        : FM

d)     Penilaian DKR Tergiat

Waktu          : Nopember 2010

Tempat        : Seluruh DKR se-Kabupaten Ciamis

e)     Sidang Paripurna Cabang

Waktu          : Desember 2010

Tempat        : Kwarcab Ciamis

f)       Bumbung Pramuka

Waktu          : 14 Agustus – 14 September 2010

Tempat        : Seluruh Wilayah Kabupaten Ciamis

g)     Halal bil Halal Pramuka Penegak

Waktu          : September 2010

Tempat        : Tersebar di seluruh wilayah Kab. Ciamis

h)     Halal Bilhalal & Temu Purna DKC Ciamis

Waktu          : September 2010

Tempat        : Kwarcab Ciamis

  1. Kegiatan Partisipasi

a)     Rapat Kerja Daerah Jabar

Waktu          : 4-5 Agustus 2010

Tempat        : Kabupaten Subang

b)     Bakti Desa Daerah Jabar

Waktu          : September 2010

Tempat        : Kabupaten Subang

c)      Perkemahan Antar Satuan Karya (Peran Saka) Daerah Jabar

Waktu          : Nopember-Desember 2010

Tempat        : Kabupaten Ciamis / Kabupaten Bekasi

d)     Perkemahan Wirakarya Nasional

Waktu           : Nopember 2010

Tempat        : Aceh

e)     Jambore on The Air & Jamboree on The Internet (JOTA-JOTI) Asian Pasific Regional & Internasional

Waktu          : Agustus dan Oktober 2010

Tempat        : Kwartir Daerah Jawa Barat

F. PENUTUP

Demikian pokok-pokok Rapat Koordinasi DKC, DKR, Dewan Saka dan Unit Kegiatan se-Kabupten Ciamis ini, semoga Allah Swt. Senantiasa membimbing kita dalam melaksanakan setiap agenda kegiatan dan semoga setiap niat suci dan keikhlasan kita untuk memajukan Gerakan Pramuka manjadi kendaraan menuju surga Nya.

Ciamis, 1 Agustus 2010

Salam Bakti,

DKC T&D Kabupaten Ciamis,

Keluarga Besar Galuh Sangga Bhuana.

DEFINISI LEADERSHIP (KEPEMIMPINAN)

Berikut ini beberapa pendapat yang dikemukakan oleh para ahli mengenai definisi kepemimpinan :

1. George R. Terry (yang dikutip dari Sutarto, 1998 : 17)
Kepemimpinan adalah hubungan yang ada dalam diri seseorang atau pemimpin, mempengaruhi orang lain untuk bekerja secara sadar dalam hubungan tugas untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

2. Ordway Tead (1929)
Kepemimpinan sebagai perpaduan perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong pihak lain menyelesaikan tugasnya.

3. Rauch & Behling (1984)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi aktifitas-aktifitas sebuah kelompok yang diorganisasi ke arah pencapaian tujuan.

4. Katz & Kahn (1978)
Kepemimpinan adalah peningkatan pengaruh sedikit demi sedikit pada, dan berada diatas kepatuhan mekanis terhadap pengarahan-pengarahan rutin organisasi.

5. Hemhill & Coon (1995)
Kepemimpinan adalah perilaku dari seorang individu yang memimpin aktifitas-aktifitas suatu kelompok kesuatu tujuan yang ingin dicapai bersama (shared goal).

6. William G.Scott (1962)
Kepemimpinan adalah sebagai proses mempengaruhi kegiatan yang diorganisir dalam kelompok di dalam usahanya mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan.

7. Stephen J.Carrol & Henry L.Tosj (1977)
Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi orang-orang lain untuk melakukan apa yang kamu inginkan dari mereka untuk mengerjakannya.

8. Dr. Thomas Gordon “ Group Centered Leadership”. A way of releasing creative power of groups.
Kepemimpinan dapat dikonsepsualisasikan sebagai suatu interaksi antara seseorang dengan suatu kelompok, tepatnya antara seorang dengan anggota-anggota kelompok setiap peserta didalam interaksi memainkan peranan dan dengan cara-cara tertentu peranan itu harus dipilah-pilahkan dari suatu dengan yang lain. Dasar pemilihan merupakan soal pengaruh, pemimpin mempengaruhi dan orang lain dipengaruhi.

9. Tannenbaum, Weschler,& Massarik (1961)
Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, serta diarahkan melalui proses komunikasi, kearah pencapaian satu atau beberapa tujuan tertentu.

10. P. Pigors (1935)
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong melalui keberhasilan interaksi dari perbedaan perbedaan individu, mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama.

11. Kartini Kartono (1994 : 48)
Kepemimpinan itu sifatnya spesifik, khas, diperlukan bagi satu situasi khusus. Sebab dalam suatu kelompok yang melakukan aktivitas¬aktivitas tertentu, dan mempunyai suatu tujuan serta peralatan¬peralatan yang khusus. Pemimpin kelompok dengan ciri-ciri karakteristik itu merupakan fungsi dari situasi khusus.

12. G. U. Cleeton dan C.W Mason (1934)
Kepemimpinan menunjukan kemampuan mempengaruhi orang-orang dan mencapai hasil melalui himbauan emosional dan ini lebih baik dibandingkan dengan penggunaan kekuasaan.

13. Locke & Associates (1997)
Kepemimpinan dapat didefinisikan sebagai proses membujuk (inducing) orang-orang lain untuk mengambil langkah menuju sasaran bersama .

14. John W. Gardner (1990)
Kepimpinan sebagai proses Pemujukan di mana individu-individu meransang kumpulannya meneruskan objektif yang ditetapkan oleh pemimpin dan dikongsi bersama oleh pemimpin dan pengikutnya.

15. Theo Haiman & William G.Scott (1974)
Kepemimpinan adalah proses orang-orang diarahkan ,dipimpin, dan dipengaruhi dalam pemilihan dan pencapaian tujuan.

16. Duben (1954)
Kepemimpinan adalah aktifitas para pemegang kekuasaan dan membuat keputusan.

17. F.A.Nigro(1965)
Inti kepemimpinan adalah mempengaruhi kegiatan orang-orang lain.

18. Reed (1976)
Kepimpinan adalah cara mempengaruhi tingkah laku manusia supaya perjuangan itu dapat dilaksanakan mengikut kehendak pemimpin.

19. G.L.Feman & E.K.aylor (1950)
Kepemimpinan adalah kemampuan untuk menciptakan kegiatan kelompok mencapai tujuan organisasi dengan efektifitas maksimum dan kerjasama dari tiap-tiap individu.

20. James M. Black (1961)
Kepemimpinan adalah kemampuan yang sanggup meyakinkan orang lain supaya bekerjasama dibawah pimpinannya sebagai suatu tim untuk mencapai tujuan tertentu.

21. Harold Koontz (1989)
Pengaruh, seni,atau proses mempengaruhi orang-orang sehingga mereka akan berusaha mencapai tujuan kelompok dengan kemauan dan antusiasme.

22. R.K. Merton “ The Social Nature of Leadership”, American Journal of Nuns, 1969.
Kepemimpinan sebagai suatu hubungan antar pribadi dalam mana pihak lain mengadakan penyesuaian karena mereka berkeinginan untuk itu, bukannya karena mereka harus berbuat demikian.

23. P. Pigors “Ledearship and Domination”
Kepemimpinan adalah suatu proses saling mendorong yang mengontrol daya manusia dalam mengejar tujuan bersama, melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan-perbedaan individual.

24. Keth Davis “Human Relations at Work”
Kepemimpinan sebagai faktor manusiawi yang mengikat suatu kelompok menjadi satu dengan memotivasinya kearah tujuan-tujuan.

25. Ordway Tead “ The Technigue of Creative Leadershif in Human Nature and Management”.
Kepemimpinan sebagai kombinasi perangai-perangai yang memungkinkan seseorang mampu mendorong orang-orang lain untuk menyelesaikan tugas-tugas tertentu.

26. E.S. Bogardus “Leader and Leadership”.
Kepemimpinan sebagai kepribadian yang beraksi dalam kondisi-kondisi kelompok.
Tidak saja kepemimpinan itu suatu kepribadian dan suatu gejala kelompok; ia juga merupakan suatu proses sosial yang melibatkan sejumlah orang dalam kontak mental dalam mana seseorang mendominasi orang-orang lain.

27. F.I. Munson “ The Management of Man”.
Kepemimpinan sebagai kemampuan/kesanggupan untuk menangani atau menggarap orang-orang sedemikian rupa untuk mencapai hasil yang sebesar-besarnya dengan sekecilnya mungkin pergesekan dan sebesar-besarnya (sebesar mungkin) kerja sama.

28. C.M. Bundel “Is Leadership losing its importance ?”
Kepemimpinan seorang seni mendorong/mempengaruhi orang-orang lain untuk mengerjakan apa yang dikehendaki seseorang pemimpin untuk dikerjakannya.

29. W.G. Bennis “Leadership Theory and Administration Behavior”
Kepemimpinan sebagai proses dengan mana pemimpin mendorong, mempengaruhi bawahan untuk berprilaku seperti yang dikehendaki.

30. J.B. NASH “Leadership”
Kepemimpinan mencakup kegiatan mempengaruhi perubahan dalam perbuatan orang-orang.

31. Ordway Tead “ The Art of Leadership”
Kepemimpinan sebagai kegiatan mempengaruhi orang-orang untuk bekerja sama dalam rangka mencapai tujuan yang dikehendaki.

32. H.H. Jennings “Leadership – a dynamic redefinition”, Journal Education School, 1944.
Kepemimpinan muncul sebagai suatu hasil interaksi yang melibatkan prilaku yang memuat seseorang terangkat keperanan sebagai pemimpin oleh individu-individu lain.

33. J.K. Hemphill
– Dalam “ The Leader and his Group”.

Kepemimpinan adalah perilaku seorang individu sementara ia terlibat dalam pengerahan kegiatan-kegiatan kelompok.

Dalam “ A Propossed Theory of leadership in small groups; Technical report”.
Memimpin berarti terlibat dalam suatu tindakan memulai pembentukan struktur dalam interaksi sebagai bagian dari proses pemecahan masalah-masalah bersama.

34. R. C. Davis “ The Fundamentals of Top Management”
Kepemimpinan sebagai kekuatan dinamika yang pokok yang mendorong memotivasi, dan mengkoordinasikan organisasi dalam pencapaian tujuan-tujuannya.

35. C. Schenk “Leadership” : Infantry Journal. 1928.
Kepemimpinan adalah manajemen mengenal manusia dengan jalan persuasi dan inspirasi dan bukannya dengan pengarahan atau semacamnya, atau ancaman, paksaan yang terselubung.

36. C.V. Cleeton & C.W. Mason “Executive Ability its Discovery and Development”
Kepemimpinan menunjukkan kemampuan mempengaruhi orang-orang dalam mencapai hasil-hasil melalui himbauan emosional dan bukannya melalui penggunaan kekerasan/wewenang.

37. N. Copeland “Psychology and the Soldier”
Kepemimpinan adalah seni perlakuan terhadap manusia. Ini adalah seni mempengaruhi sejumlah orang dengan persuasi atau dengan teladan untuk mengikuti serangkaian tindakan.

38. H. Kootz & O’ Donnel “ Principles of Management”
Kepemimpinan adalah kegiatan mempersuasi orang-orang untuk bekerjasama dalam pencapaian suatu tujuan bersama.

39. C. K. Warriner “ Leadership in the small Group”, American Journal Soc, 1955
Kepemimpinan sebagai suatu bentuk hubungan diantara orang-orang, dimana mengharuskan seseorang atau lebih bertindak sesuai dengan permintaan pihak lain.

40. H. Gerth & C.W. Mills “Character and Social Structure”
Kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.

41. R. M. Bellows “Creative Leadership”
Kepemimpinan sebagai proses pengaturan suatu situasi sedemikian rupa, sehingga anggota-anggota kelompok termasuk si pemimpin, dapat mencapai tujuan bersama dengan hasil maksimum dan dengan waktu dan kerja minimum.

42. Ralp M. Stogdill (1950)
Is the process of influencing group activities toward goal setting and goal achievement (proses mempengaruhi kegiatan kelompok, menuju kearah penentuan tujuan dan mencapai tujuan).

Dalam “Individual Behavior and Group Achievement”
Kepemimpinan adalah permulaan pembentukan struktur dan memeliharanya dalam harapan dan interaksi.

Dalam “A Handbook of Leadership” yang dikutip oleh Prof. Drs. S. Pamuji, MPA,
a. Leadership As A Focus Of Group Process
(Kepemimpinan sebagai titik pusat proses kelompok)
b. Leadership As Personality And Its Effects
(Kepemimpinan sebagai kepribadian seseorang yang memiliki sejumlah perangai (Traits) dan watak (Character) yang memadai dari suatu kepribadian)
c. Leadership As The Art Of Inducing Comliance
(Kepemimpinan sebagai seni untuk menciptakan kesesuaian paham, kesepakatan)
d. Leadership As The Exercise Of Its Influence
(Kepemimpinan sebagai pelaksanaan pengaruh)
e. Leadership As Act Or Behavior
(Kepemimpinan sebagai tindakan atau prilaku)
f. Leadership As A From Of Persuasion
(Kepemimpinan adalah bentuk persuasi)
g. Leadership As A Power Relation
(Kepemimpinan sebagai suatu hubungan kekuasaan/kekuatan)
h. Leadership Is An Instrumental Of Goal Achievement
(Kepemimpinan adalah sarana pencapaian tujuan)
i. Leadership As An Effect Of Interaction
(Kepemimpinan adalah suatu hasil dari interaksi)
j. Leadership As A Deferentiated Role
(Kepemimpinan adalah peranan yang dipilahkan)
k. Leadership As The Initiation Of Structur
(Kepemimpinan sebagai awal dari pada struktur)

PP Panji Pramuka

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

No. 118 Tahun 1961

Tentang

PENGANUGERAHAN PANDJI KEPADA GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA

KAMI, PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

Memperhatikan :

a. bahwa gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia sedjak mulai diadakan dan selama masa perkembangannja sampai sekarang ini, telah senantiasa turut serta dalam usaha pendidikan nasional Indonesia yang bertudjuan menggalang dan menegakkan Bangsa Indonesia dan Negara Republik Indonesia, dengan hasil jang bermanfaat bagi pendjajaan Bangsa dan Negara;
b. bahwa dengan demikian gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia dapat diharapkan akan kesanggupannja dan kemampuannja dalam menunaikan tugasnja untuk turut-serta mendidik anak dan pemuda Indonesia, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah;
c. bahwa Gerakan Pramuka seperti yang telah ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 238 tahun 1961 tanggal 20 Mei 1961 adalah penjempurnaan daripada usaha gerakan pendidikan kepanduan nasional Indonesia, jang  sekarang turut-serta menjelenggarakan pendidikan nasional Indonesia sesuai dengan Manifesto Politik jang telah menjadi Garis-garis Besar daripada Haluan Negara, disamping pendidikan dilingkungan keluarga dan disamping pendidikan dilingkungan sekolah , demi kepentingan Bangsa Indonesia dan Nrgara Kesatuan Republik Indonesia;
d. bahwa berhubung dengan hal-hal tersebut diatas, cukuplah alasan untuk memberikan tanda kehormatan kepada Gerakan Pramuka, berupa Panji jang merupakan lambang perjoangan dalam pendjajaan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, untuk masa jang akan datang

Mengingat : Pasal 15 Undang-undang Dasar Republik Indonesia;

M e m u t u s k a n :

Menetapkan :

I. Menentukan sebuah Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia yang bentuk dan lukisannya sesuai dengan jang tertera dalam lampiran-lampiran Surat Keputusan ini.
II. Menganugerahkan Pandji tersebut kepada Gerakan Pramuka untuk dijunjung tinggi sebagai lambang-perjoangan dan dipertahankan kemuliaannya dalam segala lapangan.

Ditetapkan di Djakarta

Pada tanggal 14 Agustus 1961

Presiden Republik Indonesia,

ttd.

Soekarno

Sesuai dengan jang aseli

Ajun Sekretaris Negara,

ttd.

Mr. Santoso

LAMPIRAN I

KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

No. 448 TAHUN 1961

TENTANG

PENGAUNEGRAHAN PANDJI KEPADA GERAKAN PENDIDIKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA

KETERANGAN

Tentang

PANJI GERAKAN PENDIDKAN KEPANDUAN PRADJA MUDA KARANA

I. Bagian Muka
1.Ditengah tegalan panji jang berwarna putih terdapat cikal berwarna merah, yang mempunyai arti: –       Warna Merah diatas warna Putih mengingatkan kepada DwI Warna Bendera Kebangsaan Indonesia dan berarti pula dinamikanya pramuka (merah) diatas bidang pergerakannya jang bersih dan murni (putih).

–       Buah Njiur dalam keadaan tumbuh dinamakan “cikal” dan istilah “cikal bakal” di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru.

Djadi lambang buah njiur jang tumbuh itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup Bangsa Indonesia

–       Buah njiur dapat bertahan lama dalam keadaan  jang bagaimanapun djuga.

Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa setiap pramuka adalah seorang jang rochaniah dan djasmaniah : sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala udjian dan kesukaran untuk mengabdi Tanah Air dan Bangsa Indonesia.

–       Njiur dapat tumbuh dimana sadja, jang membuktikan besarnja daja-upajanya dalam menjesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnja.

Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka dapat menjesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan jang bagaimanapun djuga.

–       Njiur bertumbuh mendjulang lurus keatas dan merupakan salah sebatang pohon yang tertinggi di Indonesia.

Djadi lambang itu mengkiaskan: bahwa tiap pramuka mempunjai cita-cita jang tinggi dan lurus ja’ni jang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu.

–       Akar Njiur jang bertumbuh kuat dan erat didalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan jang baik, benar, kuat dan njata, ialah tekad dan kejakinan jang dipakai olehnja untuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanja.

–       Njiur adalah pohon jang serbaguna, dari udjung hingga akarnja. Djadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap pramuka adalah manusia jang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannja kepada kepentingan Tanag Air, Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia.

2.a.Ditengah pinggiran tegalan panji sebelah atas dan diempat sudut tegalan terdapat masing-masing:

–    bintang emas bersudut lima di atas tegalan hitam, yang mempunyai arti:

–       Ketuhanan Jang Maha Esa
b.Disudut bawah sebelah satunya:

–    selingkaran rantai bergelang persegi dan bundar tanpa putus, diatas tegalan merah, jang mempunjai arti:

–       Kemanusiaan jang adil dan beradab
c.Disudut sebelah atas satunja:

–    pohon beringin hudjau diatas tegalan putih, jang mempunjai arti:

–       Persatuan (Kebangsaan) Indonesia
d.Disudut atas sebelah tongkat:

–    kepala banteng hitam diatas tegalan merah, jang mempunjai arti:

–       Kerakjatan jang dipimpin oleh himat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/ perwakilan
e.Disudut bawah sebelah tongkat:

–    setangkai padi dan setangkai kapas di atas tegalan putih, jang mempunjai arti:

–       Keadilan sosial bagi seluruh Rakjat Indonesia.
f.Tali berwarna merah bersimpul-simpul jang melingkari lambang-lambang tersebut diatas,  mempunjai arti: –       Tali sedjarah perdjoangan kemerdekaan jang dinamis revolusioner, jang telah berhasil menghimpun dan menyatukan lima unsur pokok dalam penghidupan Bangsa Indonesia mendjadi satu kesatuan-Sila ialah Panca-Sila jang kini menjadi doktrin Revolusi Indonesia dan Filsafat serta Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia.
g.2.a., b, c, d, e dan f mempunjau arti: –       Setiap pramuka hidup dan bergerak secara dinamis dan revolusioner dengan Panca-Sila sebagai Bintang-Pimpinannja. Jang isi dan djiwanya dihajati, dihidup-hidupkan dan dilaksanakan olehnja selama masa diatas tegalan jang hidup dan bersih dan murni didalam Persatuan Bangsa Indonesia dan Negara Kesatuan Republik Indonesia jang menggunakan Panca-Sila sebagai doktrin Revolusinya dan sebagai Filsafat serta Dasar Negaranja.
II. Bagian Belakang
1.Ditengah-tengah tegalan Pandji dan dipusat gambar lambang terdapat sebuah djantung berbentuk perisai berwarna Merah-Putih, jang mempunjai arti: –       Pramuka Indonesia adalah manusia Putra Indonesia jang berkesadaran, berkemauan dan beramalan kebangsaan Indonesia, jakni hidup berdjiwa Kebangsaan Indonesia dan melindungi serta berlindung dengan perisai Indonesia.
2.Tegalan perisai Merah-Putih, jang berwarna kuning ke-emasan dan dilingkari oleh setangkai padi (emas) dan setangkai kapas (perak dan hidjau) mempunjai arti: –       Manusia Indonesia jang selama masa hidup dan bergerak dalam alam kedjajaan dan kerayaan Bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam alam kebahagiaan dan kesedjahteraan masjarakat sosialisme Panca-Sila jang adil dan makmur, seperti jang dicita-citakan oleh Revolusi Indonesia dan Kemerdekaan Indonesia.
3.Lambang tersebut dalam bagian II ajat 2 diatas dilingkari tanpa putus oleh serangkaian 45 bunga melati putih (perak) dengan 15 bunga diatas tegalan jang berwarna biru dan 15 bunga berikutnja lagi diatas tegalan jang berwarna biru-tua mempunjai arti: –       Manusia Indonesia dengan Bangsa, Negara dan masjarakatnja selama masa dipagari, didjaga, dilindungi dan dipertahankan serta diharumi dan harumnya disemerbakkan dan disebarkan kesekelilingnya, oleh putera-puterinya, baik didarat maupun diudara ataupun dilaut, dalam persatu-paduan tadi perangkainja: semangat revolusi dan Djiwa Persatuan 17 Agustus 1945.
4.a.Lambang-lambang tersebut pada bagian II ajat 1, 2, dan 3 berada ditengah-tengah dua bintang sudut-5, satu emas dan satu lagi perak, kedua-duanja sebangun dan sama besar, dan bersama merupakan bintang sudut-10, dengan salah satu sudut bintang emasnja meruuncing lurus keatas dan salah satu sudut bintang peraknja meruncing lurus kebawah, sedangkan setiap sudut bintang (emas dan perak) berisi 17 garis.
b.Bintang-emas sudut-5 dengan tiap-tiap sudutnja berisi 17 garis emas diatas tegalan putih mempunjai arti: –       Panca-Sila jang bersinar-sinar cemerlang dan dajanja dipancarkan oleh Indonesia selama masa kesegala pendjuru bumi dengan kesadaran dan djiwa/semangat proklamasi 17 Agustus 1945 seperti tersebut dalam Pembukaan UUD 1945, diatas dasar jang bersih dan murni.
c.Bintang-perak sudut-5 dengan tiap-tiap sudutnja berisi 17 garis perak diatas tegalan putih mempunjai arti: –       Pembabaran Panca-Sila mendjadi Panca-Dharma yang bersinar-sinar dan dajanja dipancarkan oleh Putera-Puteri Indonesia selama masa kesegala pendjuru bumi, dengan kesadaran dan djiwa/semangat proklamasi 17 Agustus 1945 seperti tersebut dalam Pembukaan UUD 1945, diatas dasar jang bersih dan murni.
d.Dua sudut sebelah bawah dari Bintang-Perak sudut-5 dengan tiap sudutnja berisi 17 garis perak mempunjai arti: –       Dwi Satyanja para pramuka jang berusia 8 hiungga 12 tahun, ialah djalan njata jang ditempuh oleh mereka untuk membabarkan isi dan cita-cita Panca-Sila, dengan kesadaran dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.
e.Tiga sudut sebelah atas dari Bintang-Perak sudut-5 dengan tiap sudutnja berisi 17 garis perak mempunjai arti: –       Tri Satyanja para pramuka jang berusia 12 tahun keatas, ialah djalan njata jang ditempuh oleh mereka untuk membabarkan isi dan cita-cita Panca-Sila, dengan kesadaran dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945.
5.Dipinggir sekeliling tegalan putih, terdapat tali merah jang mempunjai 12 lingkaran, ditiap-tiap sudut 3 lingkaran, dan mempunjai arti: –       Garis bergerak dinamisnya waktu (12 bulan) jang merupakan garis batas bergeraknya manusia dialam djasmaniah.
III. Bagian udjung tongkat Pandji dan tongkatnya:
1.Udjung tongkat berbentuk melati kuncup, jang mempunjai arti: –       Setiap pramuka mempunjai kewajiban berdaja-upaja dengan sepenuh-penuhnja untuk menjadi Putera Indonesia jang berbudi luhur, halus dan murni, hidup wadjar dan prasahadja, berdjiwa setia berdharmabakti terhadap Tuhan Jang Maha Esa, Tanah Air dan Bangsa Indonesia serta umat manusia dengan pikirannja, perkataannja, dan perbuatannja jang hanja mengharumkan/memuliakan Nama Tuhan, Tanag Air, Bangsa dan Negaranja.
2.Tongkat Pandji berukuran 209 cm, jang mempunjai arti: –       Pesan tersebut diatas diamanatkan kepadanja oleh Kepala Negara dengan Surat Keputusan Presiden No. 238 tahun 1961 jang mulai berlaku pada tanggal 20 bulan 5 abad ke-20 tahun ke-16 (20 + 5 + 20 +61 = 106) dan dengan penganugerahan Pandji ini pada tanggal 14 bulan 8 abad ke-20 tahun ke-61 (14 + 8 + 20 + 61 = 103) dan bersama (106 + 103) menundjukkan angka 209.
IV. Warna :
Bagian muka:

1. Warna tegalan

2. Warna njiur

3. Warna tali

4. Warna bintang

5. Warna tegalan bintang

6. Warna pohon beringin

7. Warna tegalan pohon beringin

8. Warna kepala banteng

9. Warna tegalan kepala banteng

10. Warna rantai

11. Warna tegalan rantai

12. Warna padi

13. Warna kapas

14. Warna daun kapas

15. Warna tegalan padi & kapas

–       putih

–       merah segar

–       merah segar

–       emas

–       hitam

–       hidjau

–       putih

–       hitam

–       merah

–       emas

–       merah

–       emas

–       perak

–       hidjau

–        putih

Bagian belakang:

16. Warna perisai

17. Warna tegalan perisai

18. Warna padi

19. Warna kapas

20. Warna daun kapas

21. Warna melati

22. Warna tegalan rangkaian melati

23. Warna bintang sudut 5 dengan satu sudut lurus keatas

24. Warna bintang sudut 5 dengan lurus kebawah

25. Tali

26. Rumbai pinggiran pandji

27.Dua utas tali tongkat dengan masing-masing2 buah udjung berumbai,

28. Melati udjung tongkat

29. Tongkat melati

30. Tongkat pandji

–       merah dan putih

–       kuning keemasan

–       emas

–       perak

–       hidjau

–       perak

–       1/3 hidjau

1/3 biru

1/3 biru tua

–       emas

–       perak

–       merah

–       emas

–       emas

–       putih

–       hidjau

–       kaju djati murni

V. Arti Warna
1. Merah a. keberanian

b. dinamika

c. wanita

d. surya (matahari)

e. kasih sayang

2. Putih a. kemurnian

b. kebersihan

c. kesucian

d. kewadjiban

e. prasahadjaan

f.  pria

g. candera (bulan)

3. Kuning a. kedjajaan

b. kebesaran

c. keemasan

d. keagungan

4. Hidjau a. kesedjahteraan

b.  kebidjaksanaan

c. kecerdasan

5. Biru a. daratan

b. kemakmuran

c. keta’atan

d. taqwa

6. Biru tua a. laut

b. kesetiaan

c. ketekunan

d. ketabahan

7. Hitam a. kedalaman

b. kesungguh-sungguhan

VI.Ukuran-ukuran:
1. Pandji mempunyai lebar 60 cm dan padjang 90 cm

2. Tongkat Pandji dengan udjung tongkat pandji pandjang : 209 cm.